-->

Ciri Cucak Ijo Trotol Jantan Yang Bagus

Ciri-Cucak-Ijo-Trotol-Jantan-Yang-Bagus

 

Ciri Cucak Ijo Trotol Jantan Yang Bagus

Ciri Cucak Ijo Trotol jantan Yang Bagus, adalah salah satu pertanyaan yang seringkali ditanyakan kalangan penghobi pemula yang berencana memelihara burung cucak ijo. Sebagai jenis burung semi fighter, Cucak ijo banyak memiliki penggemar di kalangan kicau mania nusantara. 

 

Untuk Penghobi senior yang sudah lama berkecimpung dalam perawatan cucak ijo, tentu sudah hapal betul mengenai ciri cucak ijo bakalan yang bagus. Namun, bagi pemula, tentunya masih bingung, bakalan seperti apa yang harus dipilih agar setelah perawatan harian bisa jadi cucak ijo dewasa yang gacor dan mental juara.  

 

Seperti namanya, Burung ini memiliki warna hijau yang dominan. saat masih bakalan warna bulunya full hijau, seiring bertambah umur dan bertumbuh jadi cucak ijo dewasa, warna mukanya muncul pola yang unik berwarna hitam nopeng.

 

Keistimewaan Cucak ijo yang disukai penghobi adalah kecerdasan burung ini dalam menirukan suara masteran kicauan burung lain. Ciri khasnya berupa suara tembakan, dan besetan kicauan volume yang kencang. Keunikan ini adalah daya tarik utama bagi para penghobi cucak ijo untuk memelihara burung ini, baik sekedar dijadikan sebagai peliharaan di rumah/isian, atau dijadikan sebagai burung jagoan di arena lomba.


Pada postingan kali ini, kita akan mengupas tentang trorolan burung cucak ijo yang bagus, bagaimana melihatnya, agar tidak salah pilih saat membelinya.  Penasaran? Yuk simak pembahasan lengkap di bawah ini :
 

4 Kriteria Burung Cucak Ijo Bahan Prospekan


1. Umur Burung Bakalan

Faktor pertama yang harus menjadikan perhatian sobat kicau mania semua adalah, umur burung saat melakukan pembelian. Hindari membeli saat masih piyik, karena akan membuat anda repot melolohnya, dan jika perawatan tidak tepat ini beresiko tinggi burung mengalami kematian. 


Rekomendasi dari kami, paling ideal adalah membeli cucak ijo bakalan usia 5-6 bulan. Lebih bagus lagi apabila sudah di tempatkan di sangkar tunggal, sudah bisa makan voer, terlihat lincah dan gesit loncat kesana-kemari.

 

Hindari memilih burung yang lesu dan banyak diam di dalam sangkarnya. Perhatikan juga bagian tanda kacamata yang sudah tampak tebal serta bagian kakinya pastikan sisiknya sudah mulai mengering.


Pada usia ini burung sudah melewati masa rawan, yang beresiko tinggi terhadap kematian. untuk itu baru bisa diproses kepada pola rawatan yang dapat diberikan secara baik dan konsisten setiap harinya.

2. Rajin Berkicau


Dalam memilih Bakalan Cucak ijo, tidak boleh  tergesa gesa. Perlu pantauan yang teliti terlebih dahulu, Khususnya pada potensi kicauannya. Perhatikan dengan cermat baik burung tersebut yang sudah disendirikan di sangkar tunggal atau yang masih di dalam ombyokan.

Pilihlah Bakalan Cucak Ijo yang agresif mengeluarkan suara kicauannya (gacor), paling tidak pantau apakah burung itu rajin mengeluarkan suara ngeriwik beserta kicauan ngeplongnya.


Baca : Cara menurunkan Birahi Cucak Ijo Lomba

3. Cara Makan Extra Fooding (EF)


Nah Cara ini berdasar pada pengalaman selama berkecimpung dengan dunia cucak ijo. Untuk memilih Cucak ijo trorolan yang bagus, bisa menggunakan jangkrik sebagai alat bantu indikator prospek kedepannya seekor burung. 

 

Sebelum memilih bakalan, coba tes dahulu dengan cara memberikannya umpan berupa pakan jangkrik. Poin penting yang perlu diperhatikan adalah Cermati  saat si burung cucak ijo bahan ini menggapit jangkrik di paruhnya.



Ada beberapa ekor cucak ijo bakalan yang sambil mengapit jangkrik diparuhnya  juga mengeluarkan suara kicauannya. Ini adalah bakalan yang kurang baik mentalnya untuk dijadikan burung lomba.


Yang Tepat adalah memilih Bakalan cucak ijo yang ketika diberikan pakan jangkrik, fokus untuk memakannya tanpa berkicau sama sekali. Nah untuk burung dengan karakter seperti ini adalah prospekan bahan yang bagus kualitasnya, baik untuk dipelihara di rumah ataupun untuk dilombakan.

4. Ciri Fisik Cucak Ijo


Buat permasalahan berdasarkan katuranggan karakteristik fisik pula sangat menunjang buat memperhitungkan burung tersebut memanglah mempunyai kelebihan serta generasi yang bagus serta bisa buat kamu peruntukan selaku parameter buat memilah burung cucak ijo prospekan.

– Bentuk Kepala

Bila dilihat dari wujud kepalanya, memilih dengan wujud yang pipih semacam telur( lonjong) ya, bukan yang nampak jelas bunder ataupun bundar ya.

– Bentuk Paruh

Buat warna paruh memilih yang mempunyai warna gelap tegas dan berupa melengkung ya, spesialnya buat paruh dibagian atasnya. Serta buat paruh dasar lurus tidak bercelah ya.

Ataupun dapat pula memilah yang parunya atasnya lancip, serta pada paruh bagian dasar lebih pendek bila dibanding dengan panjang paruh dibagian atas.

– Bentuk Lidah

Perhatikan buat lidah burung cucak ijo bahan ini, memilih burung yang tidak kerap menjulurkan lidahnya. Sebab lidah yang pendek ini mayoritas memiliki suara yang asli ngerol vokal yang sangat baik, dengan speed kepribadian suara bawaannya serta kerap menghasilkan besetan serta tembakan andalannya kala burung di trek ataupun diikutsertakan dalam arena kontes lomba.

– Warna Bulu

Memilih warna bulu yang mempunyai warna hijau muda bersih( terang), tidak kumal serta warna hijaunya nampak sangat tegas serta mencolok bila diamati dari kejauhan ataupun dari jarak yang dekat seklipun.

– Lubang Hidung

Perhatikan pula buat posisi sang lubang hidung burung bahan ini, memilih lubang hidung yang besar walaupun masih muda, serta bila dilihat semacam berjumpa antara lobang hidung yang satu dengan yang yang lain, antara kanan serta kiri.

– Bundaran Mata

Seleksi burung bahan ini yang mempunyai lingkar mata ataupun kacamata yang tegas serta tidak rusak, dan tebal warna kijaunya. Serta buat memastikan kalau sang burung trotolan( bahan) ini berjenis kelamin jantan hingga warna yang terdapat pada alis matanya bercorak gelap tegas tidak samar.

Demikian panduan serta pengalaman dari Ezytips tentang ciri cucak ijo trorol jantan yang bagus, yang rasanya bisa menolong kamu buat memastikan burung cucak ijo trotolan yang prospekan ataupun tidaknya dalam memilah burung ini. Mudah-mudahan berguna.

LihatTutupKomentar